Peningkatan Kualitas Cobalt melalui Pengeringan, Pembakaran, dan Penggilingan
Material cobalt mengalami peningkatan kadar dari 5,8% menjadi 11,4% setelah proses pengeringan dan pembakaran. Pengolahan lanjutan ditargetkan meningkatkan kadar hingga sekitar 15%...
Proses Peningkatan Kadar Cobalt dari 5,8% Menjadi 11,4% dan Target 15%
PT Metal Multi Energi terus mengembangkan proses pengolahan material yang mengandung cobalt untuk memperoleh kualitas yang lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan industri pemulihan logam.
Material awal memiliki kondisi lembap, berbentuk tanah atau granular, serta masih mengandung air dan komponen nonlogam. Kondisi tersebut dapat memengaruhi persentase cobalt karena berat material masih mencakup kadar air dan bahan lain yang tidak memiliki nilai logam.
Berdasarkan laporan analisis Sucofindo untuk sampel Dried Material atau Sample 1, material yang telah melalui tahap pengeringan menunjukkan kandungan cobalt sebesar 5,8% dengan moisture content atau kadar air sebesar 32,2%. Pengujian cobalt dilakukan menggunakan metode US EPA SW 846-3050 B dan 7200, sedangkan kadar air diuji menggunakan metode AOAC.
Hasil tersebut menjadi dasar untuk melakukan pengolahan lanjutan. Tujuan proses ini bukan untuk menciptakan cobalt baru, tetapi untuk mengurangi kandungan air, residu, dan komponen volatil sehingga cobalt terkonsentrasi dalam berat akhir material yang lebih rendah.
Proses Pengeringan dan Pengolahan Termal
Tahap pertama adalah pengeringan material untuk mengurangi kadar air. Setelah itu, material dapat menjalani proses pembakaran atau pengolahan termal dengan suhu dan waktu yang dikendalikan.
Proses pembakaran membantu menurunkan kandungan air dan sebagian komponen volatil yang masih terdapat pada material. Setelah pengolahan, material dapat dihancurkan atau digiling untuk menghasilkan ukuran partikel yang lebih seragam.
ID
EN